CELOTEHRIAU.COM- PSPS Riau tim kebanggan masyarakat Riau semakin terpuruk di musim ini pada Liga 2 Indonesia.
Krisis finansial dan sejumlah rintangan lainnya diawal menjalani kompetisi kasta kedua di Tanah Air ini membuat langkah anak-anak Askar Bertuah lumpuh.
Dari enam laga yang sudah dilakoni, PSPS baru mengoleksi satu poin, sisanya Ismail Hanafi dan kawan-kawan hancur lebur.
Pada laga perdana dan kedua di kandang, kontra PSMS Medan 22 Juni kalah 2-3, kemudian 27 Juni lawan Persiraja Banda Aceh, kalah 1-2.
Lalu laga ketiga atau, tandang ke Bandung 2 Juli 2019, kontra Blitar Bandung United imbang 0-0.Namun dua laga selanjutnya kalah telak, 5-0 lawan Persita Tangerang dan 4-0 lawan Cilegon United.
Kekalahan di Stadion Krakatau Stell inilah yang membuat pelatih kepala Bona Simanjuntak mundur karena merasa tak mampu membawa PSPS keluar zona merah.
Tongkat estafet pun diteruskan, asisten pelatih Raja Faisal Febrinaldi. Jebolan B AFC di Malaysia ini pun harus menjalani amanah menyelamatkan Askar Bertuah dari lubang jarum bernama degradasi.
Apes, dilaga perdananya, Raja Faisal harus merasakan pil pahit. PSPS takluk 0-2.Tak ayal kekalahan ini membuat PSPS tak mampu memangkas jarak dengan peringkat ke 9 atau zona aman yang diduduki Blitar Bandung United yang baru melakoni 4 laga.
Bagi, Raja Faisal sendiri, setelah kekalahan menyakitkan dari Babel United, PSPS kembali harus bertungkus lumus meraup nilai dari Sriwijaya FC pemuncak sementara grup wilayah barat yang bakal dijamu pada 23 Juli 2019.
Lima hari kemudian atau tanggal 28 Juli , PSPS kembali berjibaku ke Stadion Galuh, Ciamis menghadapi PSGC.
Kemudian pada 2 Agustus 2019, PSPS akan menjamu PSCS Cilacap, selang lima hari kemudian Perserang dan laga pamungkas putaran pertama tandang ke Batang kontra Persibat pada 14 Agustus 2019.
Nah, sisa 5 pertandingan inilah yang harus bisa dimaksimalkan skuad Raja Faisal. Hanya saja untuk meraih nilai baik dikandang atau tandang bukan seperti membalikkan telapak tangan.Sebagai penerus tongkat estafet, Raja Faisal dituntut memberikan hasil maksimal, menyapu bersih poin di kandang dan curi poin saat tandang.
